Ultah Slackware Yang Ke 17

July 18th, 2010 Molavi Arman No comments

Disadur dari http://slackblogs.blogspot.com/2010/07/happy-17th-birthday-slackware-linux.html

Kemarin (Indonesia Time) adalah hari ketika Slackware resmi dirilis 17 tahun lalu, sehingga menandai 17 tahun pembangunan yang paling tua dan masih dipertahankan distribusi Linux, Slackware Linux Partai. Anda dapat melihat sejarah pada entri Wikipedia.

Saya telah menggunakan Slackware sejak tahun 2005, sehingga sudah lima tahun sekarang dan saya masih berpikir itu distribusi Linux terbaik saya pernah mencoba. Di masa lalu, saya telah menggunakan berbagai jenis distribusi Linux, tetapi setelah beberapa saat, saya merasa tidak cocok bagi saya karena ada banyak masalah terlihat seperti manajemen paket membengkak, rilis tidak stabil, masalah upgrade, dan banyak lagi.

Meskipun Slackware memiliki beberapa kelemahan di beberapa poin berdasarkan sudut pandang user biasa dibandingkan dengan distribusi Linux lainnya besar, saya masih bisa mengatasinya dan saya pikir itu dapat dilihat sebagai titik kuat Slackware.

Ambil contoh kurangnya ketergantungan pada alat manajemen paket Slackware, pkgtool. Walaupun Ubuntu telah memecahkan masalah ketergantungan dengan menggunakan Synaptic atau apt-get, i think itu bukan ide terbaik karena pengguna sedang manja dan mereka harus mengikuti konfigurasi paket tersebut. Ini bukan cara Slackware menangani dependensi. Slackware pengguna diberi kebebasan untuk memilih paket mana yang harus dimasukkan sebagai kompilasi paket dependensi oleh mereka sendiri (terima kasih kepada SlackBuilds proyek untuk membantu pengguna memudahkan pekerjaan ini). Pada akhirnya, paket yang disesuaikan dengan kebutuhan kita, bukan oleh packager.

titik lainnya adalah mengenai rilis. Slackware tidak memiliki tanggal rilis tetap atau bulan seperti Ubuntu yang memiliki interval 6 bulan. Slackware dilepaskan kalau sudah siap. Untuk sebagian orang, ini dianggap buruk, tapi menurut saya, itu hal yang baik. Mengapa melepaskan sesuatu saat Anda masih mengalami masalah dengan produk? Ketika rilis Slackware versi final ini, keseluruhan sistem dianggap sangat stabil dan dalam keadaan normal, Anda akan memiliki update sangat sedikit dalam dua atau tiga bulan ke depan (kecuali untuk perbaikan keamanan). Di distro lain, hasilnya akan bahkan update kecil di update setiap hari (mengambil contoh dari paket Kernel). Bagi orang-orang yang tidak memiliki koneksi internet yang baik, mungkin ini sedikit bermasalah.

Ini mungkin review bias dari Slackware sebagai Saya menggunakan itu, tapi anyways, saya ingin memberikan penghargaan terbesar bagi Patrick J. Volkerding untuk dedikasinya untuk tetap mempertahankan Slackware Linux selama 17 tahun. Harap tetap melakukannya di masa depan.

Categories: Opini Tags:

HUAWEI E169 on Slackware 12.2 dan Telkomsel Flash

June 23rd, 2010 slackware mifta No comments

Assalamu’alaikum ……..
Sebagai pengguna linux slackware gerah sekali rasanya ketika mencari manual untuk menjalankan modem huawei e169 yang selalu di arahkan ke distro linux selain slackware lebih2 tools andalan UMTSMON ngk support dengan modem huawei e169 ini ( hasil testing pake slackware ) dan yang membuat lebih jengkel di distro lain malah jalan dengan bagus, begitu juga untuk konfigurasi modem ini cukup lumayan simple untuk di jalankan di distro linux yang selain slackware, tapi apalah di kata klo sudah niat semua menjadi lebih mudah. So disini akan saya coba jelaskan untuk menjalankan modem huawei e169 di slackware tanpa harus menunggu modem menjadi blinking berwarna biru tua tanda sinyal 3G sudah associate dengan modem :D :

1. Ini di test dengan slackware 12.2 , menggunakan KDE 4.2, kernel 2.6.27.7-smp, pertama download “comgt” atau langsung disini linknya http://sourceforge.net/project/downloading.php?group_id=174961&filename=…

2. Unpack paket yg barusan di download : tar -xzvf comgt.0.32.tgz

3. Masuk ke direktori hasil unpack : cd comgt.0.32

4. Rubah user anda menjadi root kemudian lakukan : make all

5. Selanjutnya install comgt : make install

6. Plug modem Huawei E169 ke usb anda, maka akan menyala lampu berwarna hijau dengan posisi blinking, lanjutkan dengan memberikan perintah ” comgt ” pada console anda, setelah itu anda akan di minta memasukkan PIN dari SIMCARD anda dan masukkan saja 4 digit angka dan tunggu beberapa detik hingga lampu berubah menjadi biru tua tanda modem siap digunakan.

7. Pastikan default gateway anda kosong , atau ketik terlebih dahulu ” ip route del “.

8. Asumsi wvdial sudah terinstall di Slackware box anda, karena saya menggunakan telkomflash maka berikut cuplikan wvdial.conf saya :

[Dialer flash]
Modem = /dev/ttyUSB0
Baud = 36000000
Init1 = ATZ
Init3 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”
Phone = *99#
Username = ‘
Password = ‘
Ask Password = 0
Dial Command = ATDT
Stupid Mode = 1
Modem Type = Analog Modem
ISDN = 0
New PPPD = yes

9. Lakukan dial dengan privileges root ( berikan perintah ” wvdial flash ” ) pada console anda ….

10. Ketik echo “nameserver 202.3.208.11″ > /etc/resolv.conf dan echo “nameserver nameserver 202.3.210.11″ >> /etc/resolf.conf ( kalau mau dns otomatis konfigurasi sendiri , ada ji itu carana ). dan ….

11. Ta ra ra ra ra ra rar a ………….., alhamdullilah ….., Happy Surfing …….

Melakukan otomatisasi user biasa untuk men-dial ke telkomflash dengan tools comgt yang sdh terinstall :

1. Pastikan anda sebagai user root dan buat-lah script dan simpan di direktori etc dengan nama terserah anda, misal connect_telkom_flash.sh berikut isinya :

#!/bin/sh

/sbin/ip route del
/usr/local/bin/comgt < /etc/comgt/pin.txt
/usr/bin/sleep 1
/usr/bin/wvdial flash
/usr/bin/echo “nameserver 202.3.208.11″ > /etc/resolv.conf
/usr/bin/echo “nameserver 202.3.210.11″ >> /etc/resolv.conf

2. Rubah permission-nya : chmod +x /etc/connect_telkom_flash.sh

3. Buat file pin.txt : echo “1234″ > /etc/comgt/pin.txt ( “1234″ masukkan sesuai dengan pin pada simcard anda ) hati2 salah pin 3X maka simcard akan terblokir.

4. Klik kanan pada desktop anda > Create New > Link to Application : Ganti nama aplikasi sesuai dengan keinginan anda , ganti juga icon jika di butuhkan.

5. Klik tab Application, pada form Command isi dengan kdesu /etc/connect_telkom_flash.sh

6. Test aplikasi, Klik icon yang baru anda bikin dari desktop ….., maka anda akan di minta memasukkan password root untuk mengeksekusi script tersebut, masukkan password root anda dan tunggu beberapa detik hingga modem anda menyala lampu berwarna biru tua tanpa blinking ……, dan insya allah kondisi modem sudah siap digunakan untuk surfing …… ;) )

7. Mudah bukan….., ternyata di slackware jauh lebih mudah mengkonfigurasi modem ini ketimbang pake distro lain ;) )

8. Selesai……..,

sumber : http://makassar-slackers.org/node/199

Categories: Miftaslacker Tags:

memilih Kernel

June 12th, 2010 slackware mifta No comments

Kernel

Kernel adalah bagian dari sistem operasi yang menyediakan akses ke perangkat keras, kontrol proses, dan kontrol sistem secara keseluruhan. Kernel berisi dukungan terhadap perangkat keras Anda, sehingga memilih satu kernel untuk sistem Anda adalah sebuah langkah setup yang penting.

Slackware menyediakan lebih dari satu dosin kernel yang sudah dikompilasi yang dapat Anda pilih, dengan setiap kernel terdiri dari satu set driver standar dan juga driver khusus tambahan. Anda bisa menjalankan salah satu dari kernel ini atau Anda bisa membangun kernel Anda sendiri dari sumbernya. Entah cara mana yang Anda pakai, Anda harus memastikan bahwa kernel Anda memiliki dukungan perangkat keras yang dibutuhkan sistem Anda.

Direktori /kernels pada CD-ROM Slackware

Kernel Slackware yang sudah dikompilasi tersedia pada direktori /kernels pada CD-ROM Slackware atau pada situs FTP pada direktori utama Slackware. Kernel yang tersedia berubah ketika rilis baru tersedia, sehingga dokumentasi pada direktori tersebut selalu adalah sumber. Direktori /kernels memiliki sub direktori untuk setiap kernel yang tersedia. Sub direktori akan memiliki nama yang sama dengan disket boot. Pada setiap sub direktori Anda akan menemukan berkas-berkas berikut:
Berkas Tujuan
System.map Berkas peta sistem untuk kernel ini
bzImage Citra kernel yang sesungguhnya
config Berkas konfigurasi sumber untuk kernel ini

Untuk menggunakan sebuah kernel, salin berkas System.map dan config pada direktori /boot Anda dan salin citra kernel ke /boot/vmlinuz. Jalankan /sbin/lilo(8) untuk menginstall LILO untuk kernel baru, dan jalankan ulang (reboot) sistem Anda. Itulah langkah untuk menginstall kernel baru.

Kernel yang berakhiran dengan .i adalah kernel IDE. Kernel tersebut tidak menyertakan dukungan terhadap SCSI pada kernel dasar. Kernel yang berakhiran dengan .s adalah kernel SCSI. Kernel ini menyertakan semua dukungan IDE pada kernel .i dan juga dukungan terhadap SCSI.

Mengkompilasi Sebuah Kernel dari Sumber

Pertanyaan “Apakah saya harus mengkompilasi sebuah kernel untuk sistem saya?” sering ditanyakan oleh banyak pengguna baru. Jawabannya adalah mungkin. Terdapat beberapa kasus dimana Anda perlu untuk mengkompilasi sebuah kernel spesifik pada sistem Anda. Sebagian besar pengguna dapat menggunakan kernel yang sudah dikompilasi dan modul kernel untuk mendapatkan sistem yang bekerja secara penuh. Anda perlu mengkompilasi kernel untuk sistem Anda jika Anda mengupgrade versi kernel yang tidak ditawarkan pada Slackware, atau jika Anda telah melakukan tambalan (patch) pada sumber kernel untuk mendapatkan dukungan khusus terhadap perangkat tertentu yang tidak terdapat pada kode sumber native. Seseorang dengan sistem SMP jelas akan mengkompilasi sistem dengan dukungan SMP. Banyak pengguna juga menemukan bahwa kernel yang dikompilasi secara khusus akan berjalan lebih cepat pada mesin-mesin mereka. Anda mungkin akan menemukan bahwa mengkompilasi kernel dengan optimasi untuk prosesor tertentu pada mesin Anda sangatlah berguna.

Membangun kernel Anda sendiri tidaklah susah. Langkah pertama adalah memastikan Anda telah memiliki kode sumber terinstall pada sistem Anda. Pastikan Anda telah menginstall paket-paket dari seri K selama installasi. Anda juga harus memastikan bahwa Anda telah menginstall seri D, terutama kompiler C, GNU make, dan GNU binutils. Secara umum, merupakan ide yang bagus untuk menginstall seluruh paket pada seri D jika Anda hendak melakukan pengembangan. Anda juga bisa mendownload kode sumber kernel terbaru dari http://www.kernel.org/mirrors.

Kompilasi Kernel Linux versi 2.4.x

% su -
Password:
# cd /usr/src/linux

Langkah pertama adalah mengembalikan kode sumber pada kondisi dasarnya. Kita menjalankan perintah ini untuk melakukan hal tersebut (catatan, Anda mungkin harus melakukan cadangan dari berkas .config karena perintah ini akan menghapus tanpa peringatan):

# make mrproper

Sekarang Anda bisa mengkonfigurasi kernel untuk sistem Anda. Kernel menawarkan tiga cara untuk melakukannya. Cara pertama adalah sistem tanya-jawab berbasis teks. Sistem ini menanyakan sejumlah pertanyaan dan membangun berkas konfigurasi. Masalah dengan metode ini adalah jika Anda melakukan kesalahan, Anda harus mengulang dari awal. Metode yang lebih disukai adalah sistem berbasis menu. Terakhir, terdapat alat bantu konfigurasi kernel berbasis-X. Pilih salah satu yang Anda inginkan dan jalankan perintah yang sesuai:

# make config (berbasis-teks versi Q&A)
# make menuconfig (berbasis menu, versi berbasis-teks)
# make xconfig (versi berbasis-X, pastikan Anda berada pada X)

Menu Konfigurasi Kernel

Pengguna baru akan menemukan bahwa menuconfig adalah yang termudah. Layar bantuan disediakan untuk menjelaskan bagian-bagian dari kernel. Setelah mengkonfigurasi kernel Anda, keluar dari program konfigurasi. Proses ini akan menuliskan berkas konfigurasi yang diperlukan. Sekarang kita bisa mempersiapkan untuk proses build:

# make dep
# make clean

Langkah berikutnya adalah untuk mengkompilasi kernel. Pertama-tama cobalah untuk melakukan perintah bzImage dibawah.

# make bzImage

Langkah ini akan memerlukan waktu, tergantung dari kecepatan CPU Anda. Selama proses, Anda akan melihat pesan-pesan kompiler. Setelah membangun citra kernel, Anda perlu membangun semua bagian dari kernel yang Anda tandai sebagai modular.

# make modules

Sekarang kita bisa menginstall kernel dan modul yang Anda kompilasi. Untuk menginstall kernel pada sistem Slackware, perintah berikut harus dijalankan:

# mv /boot/vmlinuz /boot/vmlinuz.old
# cat arch/i386/boot/bzImage > /vmlinuz
# mv /boot/System.map /boot/System.map.old
# cp System.map /boot/System.map
# make modules_install

Anda mungkin perlu mengedit /etc/lilo.conf dan menambahkan sebuah bagian untuk boot ke kernel lama Anda jika kernel yang baru tidak berjalan. Setelah melakukan hal tersebut, jalankan /sbin/lilo untuk menginstall blok boot yang baru. Sekarang Anda bisa reboot dengan kernel baru.

Kernel Linux Versi 2.6.x

kompilasi kernel 2.6 hanya berbeda sedikit dari kernel 2.4 atau 2.2, tetapi perlu Anda ketahui perbedaan ini sebelum mencobanya. Sekarang tidak lagi diperlukan menjalankan make dep dan make clean. Juga, proses kompilasi kernel tidak akan sedetail pada kernel 2.6. Ini menghasilkan sebuah proses build yang lebih mudah untuk dimengerti, tetapi juga memiliki beberapa masalah. Jika Anda mengalami masalah dalam membangun kernel, sangatlah dianjurkan untuk mengaktifkan tingkat detail (verbose). Anda melakukan hal ini dengan menambahkan V=1 pada build. Hal ini mengijinkan Anda untuk mendapatkan informasi lebih banyak yang dapat membantu pengembang kernel atau teman yang lain untuk membantu Anda menyelesaikan masalah.

# make bzImage V=1

Menggunakan Modul Kernel

Modul kernel adalah nama lain untuk driver perangkat yang bisa disertakan pada kernel yang berjalan. Modul kernel mengijinkan Anda untuk memperluas dukungan perangkat keras pada kernel tanpa harus memilih kernel lain atau mengkompilasinya sendiri.

Modul-modul dapat dimuat dan dibuang kapan saja, bahkan ketika sistem berjalan. Hal ini membuat proses upgrade driver tertentu menjadi lebih mudah bagi administrator sistem. Sebuah modul baru dapat dikompilasi, modul lama dihapus, dan modul baru dimuat, semua bisa dilakukan tanpa me-reboot mesin.

Modul-modul disimpan pada direktori /lib/modules/versi kernel pada sistem Anda. Modul-modul tersebut dapat dimuat pada saat boot melalui berkas rc.modules. Berkas ini diberi komentar dengan baik dan menawarkan contoh-contoh untuk komponen-komponen perangkat keras yang utama. Untuk melihat daftar modul-modul yang aktif, gunakan perintah lsmod(1):

# lsmod
Module Size Used by
parport_pc 7220 0
parport 7844 0 [parport_pc]

Anda bisa melihat disini bahwa saya hanya memiliki modul port parallel yang dimuat. Untuk menghapus sebuah modul, Anda bisa menggunakan perintah rmmod(1). Modul-modul dapat dimuat oleh perintah modprobe(1) atau insmod(1). modprobe biasanya lebih aman karena ia akan memuat modul-modul yang berhubungan dengan sembarang modul yang hendak Anda muat.

Banyak pengguna tidak perlu memuat atau menghapus modul secara manual. Mereka menggunakan autoloader kernel untuk manajemen modul. Secara default, Slackware menyertakan kmod pada kernelnya. kmod adalah opsi kernel yang mengijinkan kernel untuk memuat modul-modul secara otomatis ketika diperlukan. Untuk informasi lebih banyak tentang kmod dan bagaimana ia dikonfigurasi, lihat /usr/src/linux/Documentation/kmod.txt. Anda harus memiliki paket kode sumber kernel, atau download kode sumber kernel dari http://kernel.org.

Categories: Miftaslacker Tags:

Konsep Kerja FTP

June 5th, 2010 Molavi Arman 2 comments

FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga di antara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data dimulai. Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan “mendengarkan” percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk (1) membuat sebuah koneksi antara klien dan server, (2) untuk mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server dan juga (3) mengembalikan respons server ke perintah tersebut. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mentransfer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan penggugahan.  Jadi port 21 untuk pemberian perintah dan port 20 untuk proses transfer data file.

Proses Terjadinya Koneksi FTP

Categories: Opini Tags:

palembang-slackers.org

June 4th, 2010 Molavi Arman 1 comment

Asslamualaikum Wr,Wb,

Kemarin tanggal 3/6/2010 tepatnya hari kamis  pukul 22.00 WIB ,propagasi perpindahan pinguinmabuk.net menjadi palembang-slackers.org telah dimulai dan telah selesai tanggal 4/6/2010 hari jumat pukul 08.10.  Blog ini ditujukan untuk menghimpun semua pengguna Slackware dalam 1 wadah khususnya dikota Palembang. Semoga dengan tercipta blog ini memberikan kemudahan untuk mempelajari Slackware Linux, (amiin), yang mungkin disebagian kalangan menganggap cukup sulit untuk dipelajari.

Spesifikasi server [i686 Intel(R) Pentium(R) Dual  CPU  E2180  @ 2.00GHz GenuineIntel GNU/Linux] palembang-slackers.org ini memang tidak begitu baik, istilahnya cuma “ecek-ecek” hahay, tapi ini tidak munyurutkan untuk berserikat dan berkumpul dalam suatu wadah komunitas ICT. Silahkan email saya (molaviarman@gmail.com) bagi slackers palembang untuk di daftarkan blognya dan rssnya agar bisa masuk ke aggregator.

Sekian “bualan” saya hari ini, semoga ini awal dari meningkatnya kemampuan kita untuk selalu lebih baik dengan saling berbagi.(amiin)

Wassalamualaikum Wr,Wb

Categories: Opini Tags:

Akses root ditolak pada proftpd Slackware

May 31st, 2010 Molavi Arman No comments

Hari sabtu kemarin sempat dibuat pusing dengan masalah akses root ditolak pada proftpd, sebenarnya izin akses root memang tidak diperbolehkan secara default oleh proftpd. Langkah pertama saya adalah mengedit file /etc/ftpuser lalu menghapus kata “root” , tapi ini tidak menunjukkan hasil, “AKSES ROOT TETAP DITOLAK”. Lempar kemilis slackware gak ada yang memuaskan hahay, terpaksa hari senin 31/05/2010 , saya mulai lagi acara ngopreknya. Google sampai saat ini adalah search engine terbaik yang saya gunakan, dimulai dengan kata “permission root access proftpd” , mulai deh muncul link-linknya. Akhirnya saya menemukan sebuah kata ,

How do I ftp as root?

First off this is a bad idea ftping as root is insecure, there are better more secure ways of shifting files as root.

To enable root ftp ensure that the directive “RootLogin on” is included in your configuration.

Alhamdullilah , akhirnya user root bisa mengakses ftp tanpa penolakkan.

Monitoring Server Dengan Menggunakan Zabbix

May 22nd, 2010 Guntoro No comments

Zabbix diciptakan oleh Alexei Vladishev dan saat ini sangat aktif dikembangkan dan didukung oleh Zabbix SIA. Zabbix adalah perangkat lunak yang bersifat open source, yang memantau banyak parameter jaringan, kesehatan dan integritas dari server. Zabbix menggunakan mekanisme pemberitahuan yang fleksibel yang memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasi berbasis e-mail, peringatan untuk hampir semua acara. Ini memungkinkan reaksi yang cepat untuk masalah server. Zabbix menawarkan pelaporan dan sangat baik fitur visualisasi data berdasarkan data yang tersimpan. Tools ini juga mampu menampilkan peta jaringan yang ada dalam workstation dan trafik yang keluar masuk server dalam layar yang sama dalam bentu HTML. Adapun kelebihan lain dari zabbix adalah : Read more…

chmod – Pengaturan Hak Akses

May 22nd, 2010 Molavi Arman No comments

Untuk melakukan pengubahan hak akses file (permission file) atau izin akses terhadap suatu file dan direktori, anda dapat menggunakan perintah chmod.
Dalam pengaturan hak akses linux memiliki beberapa kriteria yang dapat dijelaskan sbb:

d :  adalah pengenal file yang berarti direktori. apabila pada direktori kerja anda  memiliki sebuah direktori atau beberapa direktori, maka setiap direktori akan selalu ditandai dengan    d.
- :  adalah pengenal file yang berarti tanda yang memberitahu anda bahwa objek tersebut adalah file biasa.
r :  artinya read atau membaca . apabiula sebuah file atau direktori memiliki hak akses r , maka objek tersebut boleh dibaca . jika objek tidak boleh dibaca , maka akan diberi tanda -.
w :  artinya write atau menulis. apabila sebuah file atau direktoru memiliki hak akses w, maka objek tersebut boleh dibaca, jika tidak objek tersebut tidak boleh melakukan update file  atau modify. jika tidak boleh ditulis makan akan diberi tanda -.
x : artinaya execute atau eksekusi . apabila sebuah file / direktory memiliki hak akses x , maka objek tersebut dapat dieksekusi, jika tidak dapat dieksekusi  maka akan diberikan tanda -. Read more…

Categories: Tutorial Slackware Tags:

PC Routing Di Slackware

May 6th, 2010 Molavi Arman 2 comments

pc routing

Pada jaringan 192.168.100.0/24

  • Memberi alamat IP

# ifconfig eth0 192.168.100.x netmask 255.255.255.0

Nilai x yang dapat digunakan adalah 1 sampai 254. Tentu saja untuk masing-masing komputer nilainya harus berbeda-beda.

  • Memberi alamat IP default gw gateway

# route add default gw 192.168.100.254

Untuk komputer-komputer yang berada pada jaringan 192.168.100.0/24 semua alamat gatewaynya sama yaitu 192.168.100.254

Pada jaringan 192.168.200.0/24 Read more…

Samba Primary Domain Controller

April 27th, 2010 Molavi Arman No comments

Pengertian : Dalam sebuah domain, sebuah komputer harus dikonfigurasikan sebagai “Domain Controller” (DC) yang menyimpan basis data akun pengguna serta direktorinya tersebut. Sebuah domain controller merupakan sebuah server yang mengatur semua aspek yang berkaitan dengan keamanan dari sebuah akun pengguna dan interksinya dengan domain tersebut, sehingga menjadikan administrasi keamanan dapat dilakukan secara terpusat. Model domain Windows Server seringnya lebih cocok digunakan pada organisasi menengah ke atas. Read more…