Archive

Archive for the ‘Miftaslacker’ Category

HUAWEI E169 on Slackware 12.2 dan Telkomsel Flash

June 23rd, 2010 slackware mifta No comments

Assalamu’alaikum ……..
Sebagai pengguna linux slackware gerah sekali rasanya ketika mencari manual untuk menjalankan modem huawei e169 yang selalu di arahkan ke distro linux selain slackware lebih2 tools andalan UMTSMON ngk support dengan modem huawei e169 ini ( hasil testing pake slackware ) dan yang membuat lebih jengkel di distro lain malah jalan dengan bagus, begitu juga untuk konfigurasi modem ini cukup lumayan simple untuk di jalankan di distro linux yang selain slackware, tapi apalah di kata klo sudah niat semua menjadi lebih mudah. So disini akan saya coba jelaskan untuk menjalankan modem huawei e169 di slackware tanpa harus menunggu modem menjadi blinking berwarna biru tua tanda sinyal 3G sudah associate dengan modem :D :

1. Ini di test dengan slackware 12.2 , menggunakan KDE 4.2, kernel 2.6.27.7-smp, pertama download “comgt” atau langsung disini linknya http://sourceforge.net/project/downloading.php?group_id=174961&filename=…

2. Unpack paket yg barusan di download : tar -xzvf comgt.0.32.tgz

3. Masuk ke direktori hasil unpack : cd comgt.0.32

4. Rubah user anda menjadi root kemudian lakukan : make all

5. Selanjutnya install comgt : make install

6. Plug modem Huawei E169 ke usb anda, maka akan menyala lampu berwarna hijau dengan posisi blinking, lanjutkan dengan memberikan perintah ” comgt ” pada console anda, setelah itu anda akan di minta memasukkan PIN dari SIMCARD anda dan masukkan saja 4 digit angka dan tunggu beberapa detik hingga lampu berubah menjadi biru tua tanda modem siap digunakan.

7. Pastikan default gateway anda kosong , atau ketik terlebih dahulu ” ip route del “.

8. Asumsi wvdial sudah terinstall di Slackware box anda, karena saya menggunakan telkomflash maka berikut cuplikan wvdial.conf saya :

[Dialer flash]
Modem = /dev/ttyUSB0
Baud = 36000000
Init1 = ATZ
Init3 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”
Phone = *99#
Username = ‘
Password = ‘
Ask Password = 0
Dial Command = ATDT
Stupid Mode = 1
Modem Type = Analog Modem
ISDN = 0
New PPPD = yes

9. Lakukan dial dengan privileges root ( berikan perintah ” wvdial flash ” ) pada console anda ….

10. Ketik echo “nameserver 202.3.208.11″ > /etc/resolv.conf dan echo “nameserver nameserver 202.3.210.11″ >> /etc/resolf.conf ( kalau mau dns otomatis konfigurasi sendiri , ada ji itu carana ). dan ….

11. Ta ra ra ra ra ra rar a ………….., alhamdullilah ….., Happy Surfing …….

Melakukan otomatisasi user biasa untuk men-dial ke telkomflash dengan tools comgt yang sdh terinstall :

1. Pastikan anda sebagai user root dan buat-lah script dan simpan di direktori etc dengan nama terserah anda, misal connect_telkom_flash.sh berikut isinya :

#!/bin/sh

/sbin/ip route del
/usr/local/bin/comgt < /etc/comgt/pin.txt
/usr/bin/sleep 1
/usr/bin/wvdial flash
/usr/bin/echo “nameserver 202.3.208.11″ > /etc/resolv.conf
/usr/bin/echo “nameserver 202.3.210.11″ >> /etc/resolv.conf

2. Rubah permission-nya : chmod +x /etc/connect_telkom_flash.sh

3. Buat file pin.txt : echo “1234″ > /etc/comgt/pin.txt ( “1234″ masukkan sesuai dengan pin pada simcard anda ) hati2 salah pin 3X maka simcard akan terblokir.

4. Klik kanan pada desktop anda > Create New > Link to Application : Ganti nama aplikasi sesuai dengan keinginan anda , ganti juga icon jika di butuhkan.

5. Klik tab Application, pada form Command isi dengan kdesu /etc/connect_telkom_flash.sh

6. Test aplikasi, Klik icon yang baru anda bikin dari desktop ….., maka anda akan di minta memasukkan password root untuk mengeksekusi script tersebut, masukkan password root anda dan tunggu beberapa detik hingga modem anda menyala lampu berwarna biru tua tanpa blinking ……, dan insya allah kondisi modem sudah siap digunakan untuk surfing …… ;) )

7. Mudah bukan….., ternyata di slackware jauh lebih mudah mengkonfigurasi modem ini ketimbang pake distro lain ;) )

8. Selesai……..,

sumber : http://makassar-slackers.org/node/199

Incoming search terms for the article:

Categories: Miftaslacker Tags:

memilih Kernel

June 12th, 2010 slackware mifta No comments

Kernel

Kernel adalah bagian dari sistem operasi yang menyediakan akses ke perangkat keras, kontrol proses, dan kontrol sistem secara keseluruhan. Kernel berisi dukungan terhadap perangkat keras Anda, sehingga memilih satu kernel untuk sistem Anda adalah sebuah langkah setup yang penting.

Slackware menyediakan lebih dari satu dosin kernel yang sudah dikompilasi yang dapat Anda pilih, dengan setiap kernel terdiri dari satu set driver standar dan juga driver khusus tambahan. Anda bisa menjalankan salah satu dari kernel ini atau Anda bisa membangun kernel Anda sendiri dari sumbernya. Entah cara mana yang Anda pakai, Anda harus memastikan bahwa kernel Anda memiliki dukungan perangkat keras yang dibutuhkan sistem Anda.

Direktori /kernels pada CD-ROM Slackware

Kernel Slackware yang sudah dikompilasi tersedia pada direktori /kernels pada CD-ROM Slackware atau pada situs FTP pada direktori utama Slackware. Kernel yang tersedia berubah ketika rilis baru tersedia, sehingga dokumentasi pada direktori tersebut selalu adalah sumber. Direktori /kernels memiliki sub direktori untuk setiap kernel yang tersedia. Sub direktori akan memiliki nama yang sama dengan disket boot. Pada setiap sub direktori Anda akan menemukan berkas-berkas berikut:
Berkas Tujuan
System.map Berkas peta sistem untuk kernel ini
bzImage Citra kernel yang sesungguhnya
config Berkas konfigurasi sumber untuk kernel ini

Untuk menggunakan sebuah kernel, salin berkas System.map dan config pada direktori /boot Anda dan salin citra kernel ke /boot/vmlinuz. Jalankan /sbin/lilo(8) untuk menginstall LILO untuk kernel baru, dan jalankan ulang (reboot) sistem Anda. Itulah langkah untuk menginstall kernel baru.

Kernel yang berakhiran dengan .i adalah kernel IDE. Kernel tersebut tidak menyertakan dukungan terhadap SCSI pada kernel dasar. Kernel yang berakhiran dengan .s adalah kernel SCSI. Kernel ini menyertakan semua dukungan IDE pada kernel .i dan juga dukungan terhadap SCSI.

Mengkompilasi Sebuah Kernel dari Sumber

Pertanyaan “Apakah saya harus mengkompilasi sebuah kernel untuk sistem saya?” sering ditanyakan oleh banyak pengguna baru. Jawabannya adalah mungkin. Terdapat beberapa kasus dimana Anda perlu untuk mengkompilasi sebuah kernel spesifik pada sistem Anda. Sebagian besar pengguna dapat menggunakan kernel yang sudah dikompilasi dan modul kernel untuk mendapatkan sistem yang bekerja secara penuh. Anda perlu mengkompilasi kernel untuk sistem Anda jika Anda mengupgrade versi kernel yang tidak ditawarkan pada Slackware, atau jika Anda telah melakukan tambalan (patch) pada sumber kernel untuk mendapatkan dukungan khusus terhadap perangkat tertentu yang tidak terdapat pada kode sumber native. Seseorang dengan sistem SMP jelas akan mengkompilasi sistem dengan dukungan SMP. Banyak pengguna juga menemukan bahwa kernel yang dikompilasi secara khusus akan berjalan lebih cepat pada mesin-mesin mereka. Anda mungkin akan menemukan bahwa mengkompilasi kernel dengan optimasi untuk prosesor tertentu pada mesin Anda sangatlah berguna.

Membangun kernel Anda sendiri tidaklah susah. Langkah pertama adalah memastikan Anda telah memiliki kode sumber terinstall pada sistem Anda. Pastikan Anda telah menginstall paket-paket dari seri K selama installasi. Anda juga harus memastikan bahwa Anda telah menginstall seri D, terutama kompiler C, GNU make, dan GNU binutils. Secara umum, merupakan ide yang bagus untuk menginstall seluruh paket pada seri D jika Anda hendak melakukan pengembangan. Anda juga bisa mendownload kode sumber kernel terbaru dari http://www.kernel.org/mirrors.

Kompilasi Kernel Linux versi 2.4.x

% su -
Password:
# cd /usr/src/linux

Langkah pertama adalah mengembalikan kode sumber pada kondisi dasarnya. Kita menjalankan perintah ini untuk melakukan hal tersebut (catatan, Anda mungkin harus melakukan cadangan dari berkas .config karena perintah ini akan menghapus tanpa peringatan):

# make mrproper

Sekarang Anda bisa mengkonfigurasi kernel untuk sistem Anda. Kernel menawarkan tiga cara untuk melakukannya. Cara pertama adalah sistem tanya-jawab berbasis teks. Sistem ini menanyakan sejumlah pertanyaan dan membangun berkas konfigurasi. Masalah dengan metode ini adalah jika Anda melakukan kesalahan, Anda harus mengulang dari awal. Metode yang lebih disukai adalah sistem berbasis menu. Terakhir, terdapat alat bantu konfigurasi kernel berbasis-X. Pilih salah satu yang Anda inginkan dan jalankan perintah yang sesuai:

# make config (berbasis-teks versi Q&A)
# make menuconfig (berbasis menu, versi berbasis-teks)
# make xconfig (versi berbasis-X, pastikan Anda berada pada X)

Menu Konfigurasi Kernel

Pengguna baru akan menemukan bahwa menuconfig adalah yang termudah. Layar bantuan disediakan untuk menjelaskan bagian-bagian dari kernel. Setelah mengkonfigurasi kernel Anda, keluar dari program konfigurasi. Proses ini akan menuliskan berkas konfigurasi yang diperlukan. Sekarang kita bisa mempersiapkan untuk proses build:

# make dep
# make clean

Langkah berikutnya adalah untuk mengkompilasi kernel. Pertama-tama cobalah untuk melakukan perintah bzImage dibawah.

# make bzImage

Langkah ini akan memerlukan waktu, tergantung dari kecepatan CPU Anda. Selama proses, Anda akan melihat pesan-pesan kompiler. Setelah membangun citra kernel, Anda perlu membangun semua bagian dari kernel yang Anda tandai sebagai modular.

# make modules

Sekarang kita bisa menginstall kernel dan modul yang Anda kompilasi. Untuk menginstall kernel pada sistem Slackware, perintah berikut harus dijalankan:

# mv /boot/vmlinuz /boot/vmlinuz.old
# cat arch/i386/boot/bzImage > /vmlinuz
# mv /boot/System.map /boot/System.map.old
# cp System.map /boot/System.map
# make modules_install

Anda mungkin perlu mengedit /etc/lilo.conf dan menambahkan sebuah bagian untuk boot ke kernel lama Anda jika kernel yang baru tidak berjalan. Setelah melakukan hal tersebut, jalankan /sbin/lilo untuk menginstall blok boot yang baru. Sekarang Anda bisa reboot dengan kernel baru.

Kernel Linux Versi 2.6.x

kompilasi kernel 2.6 hanya berbeda sedikit dari kernel 2.4 atau 2.2, tetapi perlu Anda ketahui perbedaan ini sebelum mencobanya. Sekarang tidak lagi diperlukan menjalankan make dep dan make clean. Juga, proses kompilasi kernel tidak akan sedetail pada kernel 2.6. Ini menghasilkan sebuah proses build yang lebih mudah untuk dimengerti, tetapi juga memiliki beberapa masalah. Jika Anda mengalami masalah dalam membangun kernel, sangatlah dianjurkan untuk mengaktifkan tingkat detail (verbose). Anda melakukan hal ini dengan menambahkan V=1 pada build. Hal ini mengijinkan Anda untuk mendapatkan informasi lebih banyak yang dapat membantu pengembang kernel atau teman yang lain untuk membantu Anda menyelesaikan masalah.

# make bzImage V=1

Menggunakan Modul Kernel

Modul kernel adalah nama lain untuk driver perangkat yang bisa disertakan pada kernel yang berjalan. Modul kernel mengijinkan Anda untuk memperluas dukungan perangkat keras pada kernel tanpa harus memilih kernel lain atau mengkompilasinya sendiri.

Modul-modul dapat dimuat dan dibuang kapan saja, bahkan ketika sistem berjalan. Hal ini membuat proses upgrade driver tertentu menjadi lebih mudah bagi administrator sistem. Sebuah modul baru dapat dikompilasi, modul lama dihapus, dan modul baru dimuat, semua bisa dilakukan tanpa me-reboot mesin.

Modul-modul disimpan pada direktori /lib/modules/versi kernel pada sistem Anda. Modul-modul tersebut dapat dimuat pada saat boot melalui berkas rc.modules. Berkas ini diberi komentar dengan baik dan menawarkan contoh-contoh untuk komponen-komponen perangkat keras yang utama. Untuk melihat daftar modul-modul yang aktif, gunakan perintah lsmod(1):

# lsmod
Module Size Used by
parport_pc 7220 0
parport 7844 0 [parport_pc]

Anda bisa melihat disini bahwa saya hanya memiliki modul port parallel yang dimuat. Untuk menghapus sebuah modul, Anda bisa menggunakan perintah rmmod(1). Modul-modul dapat dimuat oleh perintah modprobe(1) atau insmod(1). modprobe biasanya lebih aman karena ia akan memuat modul-modul yang berhubungan dengan sembarang modul yang hendak Anda muat.

Banyak pengguna tidak perlu memuat atau menghapus modul secara manual. Mereka menggunakan autoloader kernel untuk manajemen modul. Secara default, Slackware menyertakan kmod pada kernelnya. kmod adalah opsi kernel yang mengijinkan kernel untuk memuat modul-modul secara otomatis ketika diperlukan. Untuk informasi lebih banyak tentang kmod dan bagaimana ia dikonfigurasi, lihat /usr/src/linux/Documentation/kmod.txt. Anda harus memiliki paket kode sumber kernel, atau download kode sumber kernel dari http://kernel.org.

Categories: Miftaslacker Tags: