Home > Tutorial Slackware > Monitoring Server Dengan Menggunakan Zabbix

Monitoring Server Dengan Menggunakan Zabbix

Zabbix diciptakan oleh Alexei Vladishev dan saat ini sangat aktif dikembangkan dan didukung oleh Zabbix SIA. Zabbix adalah perangkat lunak yang bersifat open source, yang memantau banyak parameter jaringan, kesehatan dan integritas dari server. Zabbix menggunakan mekanisme pemberitahuan yang fleksibel yang memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasi berbasis e-mail, peringatan untuk hampir semua acara. Ini memungkinkan reaksi yang cepat untuk masalah server. Zabbix menawarkan pelaporan dan sangat baik fitur visualisasi data berdasarkan data yang tersimpan. Tools ini juga mampu menampilkan peta jaringan yang ada dalam workstation dan trafik yang keluar masuk server dalam layar yang sama dalam bentu HTML. Adapun kelebihan lain dari zabbix adalah :

  1. Real-Time Monitoring.
  2. Menyediakan visualisasi seperti map dan grafik.
  3. Memberikan informasi masalah dengan cepat, misalkan dengan e-mail atau sms.
  4. Pemilihan jenis dan kondisi laporan misalkan per minggu, dengan hanya menampilkan data tanpa grafik, dan lain-lain.
  5. Fleksibel.
  6. Dapat memonitoring dalam satu group besar ataupun hanya 1 host.
  7. Keamanan dengan adanya authentifikasi dengan IP address.
  8. Mudah dalam pengaturan administrasinya.
  9. Semua informasi tentang zabbix dapat diperoleh secara online.
  10. Dapat digunakan untuk multi OS.
  11. Dan lain-lain.

Zabbix membutuhkan banyak service yang digunakan agar zabbix dapat bekerja secara optimal, service-service tersebut antara lain  :  DNS Server, Apache dan php, MySql Server, Net-SNMP. Semua packet service yang dibutuhkan oleh zabbix harus dalam keadaan aktif. tapi yang pertama kali harus dilakukan adalah pemberian IP Address dan pengaktifan ethernet.

Zabbix mempunyai 3 bagian yaitu : zabbix server, zabbix agent dan zabbix proxy. Tapi yang disediakan untuk slackware hanya dua yaitu zabbix server dan zabbix agent. Jika keduanya sudah di unduh dari tiap paket zabbix terdapat paket builder_nya, paket builder ini juga ikut diunduh sebagai media builder atau compile packet dari paket zabbix. Sebelum menginstall paket zabbix harus dibuat terlebih dahulu user dan group zabbix dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# groupadd -g 228 zabbix

root@bukitasam:~# useradd -u 228 -g zabbix -d /dev/null -s /bin/false zabbix

Konfigurasi Zabbix Server

Aplikasi zabbix mempunyai dua bagian paket atau aplikasi yaitu zabbix server dan zabbix agentd. Kemudian extrak file builder dari zabbix server dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# cd zabbixforslackware/zabbixserver

root@bukitasam:~# tar –zxvf zabbix_server.tar.gz

Kemudian copy_kan paket zabbix server ke direktory builder hasil extrak tadi dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# cp zabbix-1.8.1.tar.gz zabbix_server

root@bukitasam:~# cd zabbixforslackware/zabbixserver/zabbix_server

root@bukitasam:~# ./zabbix_server.slackbuilds

Jika proses builder selesai, maka hasil paket yang di compile tersimpan di direktory /tmp, maka masuk ke direktory /tmp dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# cd /tmp

root@bukitasam:~# installpkg zabbix_server-1.8.1-i486-1_Sbo.tgz

Jika paket zabbix server telah terinstal selanjutnya buat user database dan database zabbix. Gunakan user root untuk membuat user database zabbix dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# mysql -u root -p
Enter password:
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 43
Server version: 5.0.67 Source distribution

Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.

mysql> grant all privileges on *.* to zabbix@localhost identified by ‘guntoro180405’ with grant option;
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> flush privileges;
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> \q

Jika user database zabbix telah di buat melalui user root, kemudian masuk menggunakan user zabbix untuk membuat database zabbix yang akan diguakan untuk menyimpan data pada saat zabbix dijalankan, dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# mysql -u zabbix -p
Enter password:
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 43
Server version: 5.0.67 Source distribution

Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.

Mysql > create database zabbix;

Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

Mysql > \q

Kemudian masuk ke direktory /usr/share/zabbix_server/create untuk mengkoneksikan database lain yang sudah terintegrasi pada paket zabbix pada saat diinstal. Pada direktory ini terdapat dua direktory lagi yaitu direktory data dan schema yang berisi database mysql.sql, data.sql dan images_mysql.sql yang berfungsi sebagai penyimpan data yang dapat dilihat pada saat zabbix dijalankan. Dengan perintah :

root@bukitasam:~# cd /usr/share/zabbix_server/create

root@bukitasam:~# mysql -h localhost -u zabbix –pguntoro180405 zabbix

mysql> source schema/mysql.sql;

mysql> source data/data.sql;

mysql> source data/images_mysql.sql;

mysql> quit

Kemudian lakukan perubahan pada file konfigurasi PHP yang berada pada direktory /etc/httpd/php.ini dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# nano /etc/httpd/php.ini

Kemudian lakukan perubahan pada beberapa parameter antara lain :

- date.timezone               Needs to be set (default = blank)

- max_execution_time = 30                    Default = 30

Pada bagian date.timezone tulis region waktu yang digunakan pada sistem, karena penulis menggunakan region waktu Indonesia, maka penulis menuliskan Asia/Jakarta pada bagian ini sesudah tanda sama dengan (=). Pada bagian max_execution_time = 30, dilakukan dengan melakukan penambahan satu digit angka menjadi 300, bagian ini berfungsi pada saat zabbix dijalankan waktu maksimum eksekusi program adalah 300 dalam satuan milisecond (ms), sehingga hasil dari perubahan parameter tersebut adalah sebagai berikut :

…………..

; Module Setting ;

…………..

- date.timezone = Asia/Jakarta

…………..

; Resource Limit ;

…………..

- max_execution_time = 300

…………..

Kemudian edit file zabbix_server.conf yang ada pada direktory /etc/zabbix/zabbix_server.conf dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# nano /etc/zabbix/zabbix_server.conf

Dan lakukan perubahan pada parameter berikut dengan menghapus tanda pagar (#) agar perintah tersebut dapat di baca oleh sistem yang terkonfigurasi serta mengganti beberapa parameter berikut dengan mengganti ip address server yang digunakan.

### Option:NodeID

……..

NodeID=0

……….

### Option:ListenPort

……….

ListenPort=10051

……….

### Option:SourceIP

……….

SourceIP=128.45.67.1

……….

### Option:PidFile

……….

PidFile=/tmp/zabbix_server.pid

……….

### Option:DBHost

……….

DBHost=localhost

……….

### Option:DBName

……….

DBName=zabbix

……….

### Option:DBName

……….

DBUser=zabbix

……….

### Option:DBName

……….

DBPassword=guntoro180405

……….

### Option:DBName

……….

ListenIP=128.45.67.1

……….

Kemudian simpan file tersebut dengan menggunakan tombol kombinasi Ctrl+o untuk menyimpan, kemudian tekan Enter terus keluar dengan perintah Ctrl+x. Kemudian aktifkan servis zabbix server dengan memberikan akses permission pada init script zabbix server (rc.zabbix_server) dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# chmod +x /etc/rc.d/rc.zabbix_server


Konfigurasi Zabbix Agentd

Selanjutnya adalah konfigurasi zabbix agent, tidak berbeda dengan zabbix server yang perlu dilakukan adalah mengekstrak paket builder dari zabbix agentd dan meng_copy_kan file zabbix agentd ke dalam direktory builder hasil ekstak tadi dan lakukan perintah build paket zabbix agentd dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# cd zabbixforslackware/zabbixagentd

root@bukitasam:~# tar –zxvf zabbix_agentd.tar.gz

root@bukitasam:~# cp zabbix-1.8.1.tar.gz zabbix_agentd

root@bukitasam:~# cd zabbixforslackware/zabbixserver/zabbix_agentd

root@bukitasam:~# ./zabbix_agentd.slackbuilds

Sama seperti zabbix server file aplikasi dari zabbix agent akan tersimpan di direktory /tmp, maka masuk ke dalam direktory /tmp dan install file aplikasi tersebut, dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# cd /tmp

root@bukitasam:~# installpkg zabbix_agentd-1.8.1-i486-1_Sbo.tgz

Jika file aplikasi zabbix agentd telah terinstall kemudian lakukan perubahan atau edit file zabbix_agent.conf yang terletak di dalam direktory /etc/zabbix/zabbix_agentd.conf. untuk masuk ke dalam file tersebut dapat gunakan perintah yang sama seperti pada saat masuk ke file zabbix_server.conf, dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# nano /etc/zabbix/zabbix_agent.conf

Kemudian lakukan perubahan pada parameter-parameter berikut dengan menghapus tanda pagar (#) agar dapat dibaca oleh sistem dan terkonfigurasi antara zabbix server dan zabbix agent atau sebaliknya dan mengganti ip address yang ada sebelumnya dengan ip address yang digunakan oleh server, parameter-parameter tersebut antara lain :

### Option:PidFile

……….

PidFile=/tmp/zabbix_agentd.pid

……….

### Option:LogFile

……….

LogFile=/var/log/zabbix/zabbix_agentd.log

……….

### Option:SourceIP

……….

SourceIP=128.45.67.1

……….

### Option:Server

……….

Server=128.45.67.1

……….

### Option: HostName

……….

Hostname=Zabbix Server

……….

### Option:ListenIP

……….

ListenIP=128.45.67.1

……….

### Option:ServerPort

……….

ServerPort=10051

……….

Kemudian simpan menggunakan perintah yang sama seperti menyimpan file-file hasil perubahan  yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu menekan tombol kombinasi Ctrl+o kemudian Enter dan keluar menggunakan Ctrl+x. Jika file telah tersimpan, maka aktifkan service zabbix agentd (rc.zabbix_agentd) dengan memberikan akses permission untuk service ini dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# chmod +x /etc/rc.d/rc.zabbix_agentd


Menjalankan Zabbix Server dan Zabbix Agent

Jika semua file aplikasi zabbix (zabbix server dan zabbix agent) telah dilakukan konfigurasi, yang harus dilakukan adalah menjalankan aplikasi tersebut. Sebelum menjalankan aplikasi zabbix ada yang harus dilakukan yaitu mendaftarkan service port ke dalam file service agar sistem dapat membaca bahwa port-port yang digunakan zabbix juga diperlukan dan dijalankan untuk melihat dan memonitor pergerakan traffic-traffic data dalam jaringan yang keluar dan masuk ke dalam server atau yang melintas pada jaringan yang digunakan. Untuk dapat menambahkan daftar port tersebut harus masuk ke dalam file service tersebut dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# nano /etc/service

Kemudian tambahkan parameter berikut ke dalam file service pada baris akhir dari isi file service, parameter tersebut antara lain :

zabbix-agent             10050/tcp     Zabbix Agentd

zabbix-agent             10050/udp     Zabbix Agentd

zabbix-trapper           10051/tcp     Zabbix Trapper

zabbix-trapper           10051/udp   Zabbix Trapper

Kemudian simpan file tersebut dengan menekan tombol Ctrl+o kemudian Enter dan keluar menggunakan tombol Ctrl+x. Kemudian masukkan perintah berikut ke dalam rc.local agar zabbix (zabbix server dan zabbix agent) akan berjalan setiap kali komputer dihidupkan, untuk dapat menambahkan file tersebut harus masuk ke file rc.local dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# nano /etc/rc.d/rc.local

Kemudian tambahkan perintah berikut :

# Start zabbix_server

if [ -x /etc/rc.d/rc.zabbix_server ]; then

echo “Menjalankan Zabbix server ……….

/etc/rc.d/rc.zabbix_server start

Fi

# Start zabbix_agentd

if [ -x /etc/rc.d/rc.zabbix_agentd ]; then

echo “Menjalankan Zabbix Agentd ……..”

/etc/rc.d/rc.zabbix_agentd start

fi

Kemudian simpan file tersebut dengan menekan tombol Ctrl+o kemudian Enter dan keluar menggunakan tombol Ctrl+x. Kemudian beri akses permission untuk file htdocs dalam direktori /srv/httpd/htdocs dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# chmod –R 777 /srv/httpd/htdocs

Jalankan zabbix ( zabbix server dan zabbix agent ) dengan cara mengeksekusi script init_nya (rc.zabbix _server dan rc.zabbix_agent ) dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# /etc/rc.d/rc.zabbix_server start

root@bukitasam:~# /etc/rc.d/rc.zabbix_agentd start

Jika zabbix server dan zabbix agentd telah dijalankan, kemudian jalankan apache dan php dengan melakukan eksekusi init script rc.httpd dengan perintah berikut :

root@bukitasam:~# /etc/rc.d/rc.httpd start

Tes dengan jendela browser, ketikkan alamat localhost untuk melihat apakah dns server telah berjalan jika terdapat gambar berikut berarti DNS Server telah berjalan dan berkerja.

Intruksi Install Zabbix

Pada saat menjalankan zabbix dengan menggunakan alamat http://domain name server/zabbix , maka akan terdapat halaman intruksi install zabbix dan merupakan halaman salam dari zabbix, klik next.

Beri tanda contreng pada cekbox agree, halaman ini hanya berisi licence agreement tentang zabbix yang dikeluarkan oleh ZABBIX SIA selaku developer pengembang aplikasi zabbix, Klik next.

Pada halaman berikutnya adalah check of pre-requisites, pada halaman ini zabbix akan melihat software yang digunakan untuk mendukung aplikasi zabbix. Edit file php.ini jika terdapat keterangan fail pada halaman ini, dengan cara masuk kembali ke dalam file php.ini dengan perintah :

root@bukitasam:~# nano /etc/httpd/php.ini

Kemudian edit parameter pada file php.ini seperti yang telah disebutkan pada halaman Check Of Pre-Requieities, dengan menggantinya seperti yang telah disebutkan dalam Tabel 3.3.3.4 Check Of Pre-Requisities dan hapus tanda titik koma (;) pada parameter tersebut.

…………….

;maximum size of post data that PHP will accept

…………….

Post_max_size = 32M

…………….

;Overload (replace) single byte functions by mbstring functions

…………….

Mbstring_func_overload = 2

…………….

Kemudian hasil simpan file tersebut, restart kembali aplikasi zabbix server, zabbix agentd dan rc.httpd. lalu refresh atau reload halaman ini.

Pada halaman berikutnya adalah zabbix server details, merupakan keterangan detail dari zabbix server berupa nama dari host dan port zabbix server yang digunakan.

Pada halaman berikutnya adalah pre-installation summary, yang merupakan halaman untuk memberitahukan agar memeriksa kembali dari proses install sebelumnya dari database type sampai ke zabbix server dan port yang digunakan.

Jika hasil konfigurasi selesai, akan ada keterangan pada halaman berikunya yang menyatakan konfigurasi install berhasil.

Pada halaman berikunya dinyatakan finish dan konfigurasi zabbix telah selesai.

Proses install telah selesai. Masuk ke dalam aplikasi zabbix dengan login terlebih dahulu dengan menggunakan username: admin dan password: zabbix, sebagai super user zabbix.

selanjutnya tinggal di buat group dan host yang ingin di monitor. pada bagian dashboard ada pemberitahuan bahwa zabbix status dalam keadaan tidak aktif (No). tidak perlu khawatir karena zabbix tetap berjalan, ini dikarenakan mungkin struktur sistem operasi yang berbeda atau bisa juga karena IP Address yang diubah, dalam situsnya sendiri zabbix menggunakan IP Address localhost.

Selamat mencoba…..

Incoming search terms for the article:

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.